Welcome!

Welcome to our community forums, full of great people, ideas and excitement. Please register if you would like to take part.

This is extra text with a test link..

Register Now

Announcement

Collapse
No announcement yet.

Pemberontak Suriah 'redam laju tentara' di Aleppo, ISIS dekati lagi Palmyra

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Pemberontak Suriah 'redam laju tentara' di Aleppo, ISIS dekati lagi Palmyra

    Pemberontak Suriah 'redam laju tentara' di Aleppo, ISIS dekati lagi Palmyra.jpg


    Pemberontak Suriah di Aleppo mengatakan bahwa mereka 'menahan laju tentara,' sementara pemerintah mengerahkan sebagian tentara ke Palmyra untuk membendung ISIS yang mencoba kembali.

    Betapapun, kawasan timur Aleppo masih terus dihujani bom. Banyak orang disebut terperangkap di bahwa reruntuhan.

    Seorang wartawan kantor berita Reuters di Aleppo mengatakan, jet-jet tempur Rusia dan artileri Suriah memborbardir kawasan yang dikuasai pemberontak, dibalas dengan serangan artileri terhadap wilayah yang dikuasai pemerintah.

    Ibrahim Abu al-Leith, seorang juru bicara Helm Putih, atau White Helmets, tim penyelamat di dalam Aleppo, menggambarkan pemboman itu sebagai sesuatu yang "tak terbayangkan."

    "Jalanan penuh orang yang terhimpit reruntuhan," katanya kepada kantor berita Prancis, AFP. "Mereka akan mati karena kami tak mampu mengeluarkan mereka."

    Militer Rusia mengatakan, pemerintah Rusia mengatakan bahwa pemerintah Rusia sudah menguasai 93% wilayah Aleppo.

    Ribuan orang berusaha keluar dari kawasan timur kota yang masih dikuasai pemberontak. Mereka harus mengantre di pos penjagaan pemerintah sebelum diizinkan lewat.



    Pemberontak Suriah 'redam laju tentara' di Aleppo, ISIS dekati lagi Palmyra 2.jpg


    Seorang komandan kelompok pemberontak Jaish al-Mujahideen yang berbasis di Aleppo mengatakan, kemungkinan penyebab melambatnya laju pasukan pemerintah adalah karena sebagian tentara dikerahkan ke Palmyra.

    Kelompok yang menamakan diri negara Islam atau ISIS yang terusir dari kota kuno yang mereka kuasai selama 10 bulan, berusaha kembali.

    ISIS melancarkan lagi serangan militer ke Palmyra pekan ini.

    Saat menguasai kota itu selama 10 bulan, ISIS menghancurkan banyak monumen purba di kawasan yang merupakan warisan budaya dunia Unesco ini serta kota Tadmur.

    Dua kuil berusia 2.000 tahun, sebuah gapura dan sebuah menara pemakaman, hancur berkeping.

    ISIS melakukan penghancuran sengaja karena menganggap benda-benda purba itu sebagai berhala.

    Direktur dinas purbakala Palmyra pun dipenggal kepalanya.

    Para pejabat AS dan Rusia dijadwalkan bertemu di Jenewa untuk merundingkan kemungkinan langkah pengungsian warga sipil dan pemberontak dari Aleppo. Namun apakah akan dicapai kesepakatan, masih tanda tanya.



    Sumber
    Dunia bebas Indonesia - Go nice thread to good idea
Working...
X